aku manusia bosan
dihadapnya aku, tak bisa berbicara
hanya senyap menjadi hubung keduanya
walau tinggi tebal kamus ayat-ayat
hanya terkeluar dari huruf yang ditekan-tekan
aku manusia bosan
senyum itu terkadang tidak tergaris
hanya rakam batu-batu kecil di jalanan
layaknya aku digelar bongkak
tapi bagaimana aku, cirinya sudah begitu
aku manusia bosan
sendiri itu amat paling aku perlu
sunyi itu amat paling aku rindu
kerna aku belum puas memuaskan diriku
bagaimana mungkin aku bisa puaskan dirimu?
tapi diingat
aku juga manusia biasa
senyap aku perlu kamu untuk dipecahkan
senyum aku perlu kamu untuk ditertawakan
sunyi aku perlu kamu untuk diriuhkan
tapi adakah mungkin kamu bertahan denganku?
kerna aku manusia bosan
No comments:
Post a Comment